Gedung Pon Pes Darul Maghfur Al Ikhlas (PP. Damai) I dan II

Bangunan Pon Pes Darul Maghfur Al Ikhlas terdiri dari dua gedung, gedung pertama didirikan pada tanggal 16 September 1992 M, yang terdiri dari satu kantor, empat kamar, dua tempat pengajian utama, dan sebuah serambi. Sedangkan gedung kedua didirikan pada tahun 2000 M yang masih dalam perbaikan. PP. Damai sudah mengalami dua tahap pembangunan dan dua tahap perenovasian. Perenovasian yang pertama dilakukan terhadap gedung pertama PP. Damai, yaitu pagar serambi yang tadinya terbuat dari bambu diganti beton(bata semen). Renovasi yang kedua dilakukan terhadap bangunan gedung II PP. Damai, yaitu rehab bangunan beserta kelengkapannya. sampai sekarang bangunan gedung II masih dalam tahab perehaban.

Foto disamping adalah Gendung PP. Damai I yang pertama kali dibangun sekitar tahun 1992 M, pengasuhnya pada waktu itu bernama bapak Kyai Sholeh Muhyiddin (almarhum).
Setelah menelusuri waktu demi waktu, ada sedikit banyak bagian gedung yang sudah rasak diantaranya: pintu-pintu kamar (tutupnya bolong), bahkan ada yang sudah tidak ada pintunya. Tetapi, alhamdulillah, meskipun keadaan gedung demikian, para santri tetap exis menutup ilmu sampai sekarang (tahun 2009)dengan pengasuhnya bapak Kyai Nur Slamet.

Bangunan disamping adalah gedung II Pon Pes Darul Maghfur Al Ikhlas, mulai dibangun sekitar tahun 2000.

Gedung II PP. Damai dalam tahap perehaban tahun 2009 M.

Popular Posts

Foto Acara Pawai Ta'aruf Tahun 1431 H / 2009 M

Acara Pawai Ta'aruf di Kecamatan Bulu sudah diadakan 4 kali dengan tahun 1431 H/2009M ini. Acara tersebut diadakan setiap menjelang Awal tahun baru Islam..Hijriyah. Tahun ini, acara Pawai Ta'aruf diadakan pada tanggal 13 Muharam 1431 atau bertepatan dengan tanggal 30 Desember 2009. Kegiatan ini diikuti oleh banyak santri Pon Pes dan TPQ Se-Kecamatan Bulu. Pawai tersebut tahun ini dikuti oleh sekitar 33 peserta. Sebelum Acara Pawai Ta'aruf, sebelumnya diadakan berbagai cabang lomba se-Kecematan Bulu. Kegiatan lomba tersebut diadakan pada tanggal 10 Muharam 1431 H/27 Desember 2009M. Partisipasi Pon Pes Darul Maghfur Al Ikhlas (PP. Damai) dalam acara ini adalah mengikutsertakan santrinya untuk mengikuti berbagai macam cabang lomba sekaligus pawai ta'aruf. Alhamdulillah, dengan berusaha keras, santri PP. Damai memperoleh 2 piala dan 7 piagam yang patut dibanggakan. Dua piala tersebut diwakili oleh ananda Nurul Hidayah yang memperoleh Juara III pada cabang lomb...

Sunan Giri

Sunan Giri Muhammad Ainul Yakin atau lebih dikenali sebagai Sunan Giri (lahir AD 1442 di Blambangan (kini Banyuwangi)) dianggap salah seorang dari Wali Sanga dari Jawa di Indonesia. Ayahnya bernama Maulana Ishak. Sunan Giri juga dikenali sebagai Raden Paku, Prabu Satmata, Sultan Abdul Faqih, Raden Ainul Yaqin dan Jaka Samudra. Sejarah Dia dikatakan sebagai anak kepada Dewi Sekardadu dan Maulana Ishak dari Melaka (saudara Maulana Malik Ibrahim, tetapi kemudiannya diambil sebagai anak angkat oleh Nyai Semboja). Secara tradisi dia dikatakan sebagai anak kepada puteri Hindu, yang datang ke Balambangan sebagai pendakwah. Puteri itu terpaksa meninggalkannya ketika krisis dan menghanyutkannya dalam bot kecil, dari mana dia diselamatkan oleh pelaut (cerita menyerupai kisah nabi Musa). Pendidikan dan sumbangan Sebagai anak muda, Sunan Giri telah mengembara bagi belajar di sekolah Sunan Ampel, dan berkahwin dengan anknya [1], dan di mana Raden Patah merupakan rakan sepengajarannya. ...

Sunan Kalijaga

Sunan Kalijaga Sunan Kalijaga dipercayai lahir sekitar tahun 1450 dengan nama Raden Said. Dia merupakan anak lelaki adipati Tuban yang bernama Tumenggung Wilatikta/Raden Sahur. Nama lain Sunan Kalijaga antara lain Lokajaya, Syekh Malaya, Pangeran Tuban dan Raden Abdurrahman. Berdasarkan satu versi masyarakat Cirebon, nama Kalijaga berasal dari desa Kalijaga di Cirebon. Pada saat Sunan Kalijaga berdiam di sana, dia sering berendam di sungai (kali), atau jaga kali. Dalam satu riwayat, Sunan Kalijaga disebutkan berkahwin dengan Dewi Saroh binti Maulana Ishak, dan mempunyai 3 anak lelaki: R. Umar Said (Sunan Muria), Dewi Rakayuh dan Dewi Sofiah. Ketika meninggal dunia, beliau dimakamkan di desa Kadilangu, sebelah timur laut kota Bintoro, Demak. Budaya Ada beberapa kreasi seni budaya yang dipercayai diasaskan oleh Sunan Kalijaga, antara lain Sekatenan, Grebeg Maulud, Layang Kalimasada dan lakon wayang Petruk Jadi Raja. Tempoh usia Sunan Kalijaga dipercayai lebih dari 100 tahun. ...