Potensi PP. Damai untuk Usaha Koprasi / Toko Alat Tulis


Selain berpotensi untuk perikanan dan perkebunan, Pon Pes Darul Maghfur Al Ikhlas juga berpotensi untuk didirikan sebuah toko alat-alat tulis.
Tetapi, untuk tahun 2009 ini, pengurus belum bisa mendirikan toko tersebut, dikarenakan bidang permodalan yang belum cukup kuat.
Untuk itu, bagi para dermawan yang ingin menafkahkan hartanya, bisa kirim ke Rek BCA yang tertera disamping postingan ini.

Popular Posts

TERI GULUNG SAUS MERAH

TERI GULUNG SAUS MERAH Bahan : 250 g teri nasi 1 batang daun bawang, iris halus 2 siung bawang putih, dicincang 1 sdt kecap inggris 3 sdt saus asam manis 10 buah kulit tumpia 2 batang wortel, iris dadu Minyak untuk menggoreng Untuk saus: 2 siung bawang putih, dicincang ½ bawang bombay, dicincang 2 sdt saus tiram Sedikit lada Sedikit garam Cara Membuat : Campur teri, bawang putih, wortel, kecap inggris, saus tiram, lada, dan garam, lalu aduk-aduk hingga rata. Letakkan campuran teri diatas kulit tumpia, lalu gulung mirip dengan risol. Panaskan minyak goreng Goreng teri gulung hingga berwarna kuning kecoklatan. Angkat. Untuk Saus : Bawang bombay dan bawang putih ditumis hingga layu dan harum, lalu tambahkan dengan saus tiram, lada, dan garam. Hidangkan bersama teri gulung.

Piagam Penghargaan Pawai Ta'aruf 2008

Piagam ini diperoleh Pon Pes Darul Maghfur Al Ikhlas atas partisipasi pesantren dalam kegiatan Gebyar 1 Muharam 1429 H, tingkat kecamatan Bulu, kabupaten Temanggung, yang diselenggarakan pada tanggal 30 desember 2007 sampai dengan 10 Januari 2008 M. Piagam ini diterima tertanggal Bulu, 1 Muharam 1429 H atau bertepatan 10 Januari 2008 M. Camat Bulu waktu itu adalah bapak Drs. SATTRIA ENDRA BASUKI, MM.

Pengajian Diniyah Sore

Pengajian Diniyah Sore dimulai pada pukul: 16.45 WIB. Pada pengajian sore ini, santri dibagi menjadi tiga kelas yaitu; kelas sifrun, kelas pra Ula, dan kelas Ula. Untuk ustadz-ustadzahnya sementara ini masih dari dusun Banyurip, dimana Pon Pes Darul Maghfur Al Ikhlas berada. Didalam satu kelasnya, rata-rata terdapat 15 (lima belas) santriwan-santriwati. Mereka mulai masuk ruangan setelah mendengar bel tanda masuk pondok berbunyi tiga kali. Untuk papan pembelajarannya masih menggunakan bahan salafi yaitu bangku panjang sekitar dua meter. Sedangkan papan tulisnya menggunakan black board.

Sunan Kalijaga

Sunan Kalijaga Sunan Kalijaga dipercayai lahir sekitar tahun 1450 dengan nama Raden Said. Dia merupakan anak lelaki adipati Tuban yang bernama Tumenggung Wilatikta/Raden Sahur. Nama lain Sunan Kalijaga antara lain Lokajaya, Syekh Malaya, Pangeran Tuban dan Raden Abdurrahman. Berdasarkan satu versi masyarakat Cirebon, nama Kalijaga berasal dari desa Kalijaga di Cirebon. Pada saat Sunan Kalijaga berdiam di sana, dia sering berendam di sungai (kali), atau jaga kali. Dalam satu riwayat, Sunan Kalijaga disebutkan berkahwin dengan Dewi Saroh binti Maulana Ishak, dan mempunyai 3 anak lelaki: R. Umar Said (Sunan Muria), Dewi Rakayuh dan Dewi Sofiah. Ketika meninggal dunia, beliau dimakamkan di desa Kadilangu, sebelah timur laut kota Bintoro, Demak. Budaya Ada beberapa kreasi seni budaya yang dipercayai diasaskan oleh Sunan Kalijaga, antara lain Sekatenan, Grebeg Maulud, Layang Kalimasada dan lakon wayang Petruk Jadi Raja. Tempoh usia Sunan Kalijaga dipercayai lebih dari 100 tahun. ...