Sunan Muria

Sunan Muria

Sunan Muria dilahirkan dengan nama Raden Umar Said atau Raden Umar Syahid. Nama kecil beliau ialah Raden Prawoto.

Menurut Solichin Salam di dalam buku Sekitar Wali Sanga terbitan Menara Kudus, Sunan Muria adalah putera kepada Sunan Kalijaga hasil pernikahan beliau dengan Dewi Saroh, puteri kepada Maulana Ishak. Dari itu, Sunan Muria adalah berpangkat anak saudara kepada Sunan Giri kerana Maulana Ishak adalah ayahanda kepada Sunan Giri.

Setelah dewasa, Sunan Muria telah bernikah dengan Dewi Sujinah, puteri kepada Sunan Ngudung, dan telah memperolehi seorang putera yang bernama Pangeran Santri, dan yang di kemudian hari telah diberikan nama julukan Sunan Ngadilangu. Oleh itu, Sunan Muria juga memiliki pertalian keluarga dengan Sunan Kudus, kerana Sunan Kudus adalah putera kepada Sunan Ngudung (Raden Usman Haji).

Di dalam usaha mengembangkan ajaran Islam kepada masyarakat umum, Sunan Muria telah turut menggunakan gamelan dan wayang kulit sebagai alat (media) untuk berdakwah. Dan telah dikatakan juga bahawa beliau adalah pencipta bagi tembang Sinom dan Kinanti.

Nama Sunan Muria sendiri diperkirakan berasal dari nama gunung (Gunung Muria), yang terletak di sebelah utara kota Kudus, Jawa Tengah, tempat dia dimakamkan.


Sumber: http://ms.wikipedia.org/wiki/Sunan_Muria

Popular Posts

Piagam Penghargaan Pawai Ta'aruf 2007

Pon Pes Darul Maghfur Al Ikhlas memperoleh Piagam Penghargaan atas partisipasi pon pes dalam kegiatan Gebyar 1 Muharam 1429 H tingkat Kecamatanm Bulu Kabupaten Temanggung. Camat Bulu Waktu itu adalah bapak Drs. SATRIA ENDRA BASUKI, MM.

BUKU TAMU www.ppdamai.net.tc

Silahkan Pengunjung Website Pon Pes Darul Maghfur Al Ikhlas untuk memberi masukan yang bersifat membangun...!!!

Gedung I Pon Pes Darul Maghfur Al Ikhlas

Gedung pertama pondok pesantren Darul Maghfur Al Ikhlas dibangun kira-kira tahun 1992 M. Gedung itu terdiri dari dua ruang utama, empat kamar tempat mengaji, satu kantor, dan halaman depan. Semua ruang sudah termasuk ruang untuk mengaji santri putri. Tempat pengajian santri putra terletak disebelah barat dan santri putri disebelah timur. Alhamdulillah bangunan tersebut masih eksis sampai sekarang (tahun 2009), meskipun ada sedikit daun-daun pintu yang rusak. Gambar disamping adalah ruang kantor Pon Pes Darul Maghfur Al Ikhlas (PP.Damai). Begitulah keadaan kantor PP. Damai yang masih memprihatinkan, dikarenakan masih kekurangan perlengkapan administrasi, masih belum mempunyai sebuah komputer, meja, dan perlengkapan lainnya, hanya ada almari. Meskipun demikian Seksi administrasi atu sekretaris tak putus asa, beliau berusaha keras agar keadaan kantor PP. Damai kedepan semakin baik. Kepada para dermawan mohon dukungannya.

Telur Lapis Berekor

TELUR LAPIS BEREKOR Bahan: 2 buah tahu ukuran sedang 10 butir telur puyuh 200 gram daging cincang 1 butir telur ayam Minyak goreng secukupnya 1 sendok teh lada 3 sendok makan saus tiram 1 sendok teh kecap inggris Daun kemangi secukupnya dicincang 1 butir telur dikocok 100 gram tepung roti 10 batang sereh Cara Membuat : Rebus telur puyuh hingga matang, lalu kupas kulitnya. Tahu dihaluskan dan dicampur dengan daging cincang, telur, lada, ayam, kecap inggris, daun kemangi, dan saus tiram. Aduk-aduk hingga tercampur rata. Lapisi telur puyuh dengan campuran tahu hingga telur tertutup, lalu tusukkan batang sereh ke telur yang telah diberi lapisan. Gulingkan telur lapis kedalam kocokan telur, lalu gulingkan pula kedalam tepung panir, sambil diperbaiki bentuknya. Goreng dengan minyak panas, hingga berwarna kuning kecoklatan.

Potensi PP. Damai untuk Usaha Koprasi / Toko Alat Tulis

Selain berpotensi untuk perikanan dan perkebunan, Pon Pes Darul Maghfur Al Ikhlas juga berpotensi untuk didirikan sebuah toko alat-alat tulis. Tetapi, untuk tahun 2009 ini, pengurus belum bisa mendirikan toko tersebut, dikarenakan bidang permodalan yang belum cukup kuat. Untuk itu, bagi para dermawan yang ingin menafkahkan hartanya, bisa kirim ke Rek BCA yang tertera disamping postingan ini.