Membuat Kerupuk Udang

Siapa yang nggak doyan ama kerupuk? lebih-lebih kerupuk udang,...wuaaaahhh menu yang tak terlupakan dalam suatu acara resepsi pernikahan. Penasaran!!! Mau tau cara membuatnya? Simak aja. Bagi yang pengen membuat, nih admin kasih resep-resepnya.

Bahan-bahannya :
  1. Tepung Tapioka/pati ubi      1 kg
  2. Udang yang sudah dibuang kepala dan kulitnya            1/2 kg
  3. Garam dapur                          60 gram (2 sendok makan penuh)
  4. Lada / Lombok merah            10 gram +- 4 biji
  5. Bawang putih                          20 gram +- 20 siung
  6. Air bersih                                600 cc - 3/5 liter
  7. Vit Tsin (moto)                        10 gram (+- 2 sendok teh)
  8. Kesumba kuning                       sedikit

Cara Membuatnya :
  1. Bumbu; garam dapur, lombok merah dan bawang putih ditumbuk jadi satu halus-halus dan sampai isi lombok itu bisa hancur,
  2. Udang dibuang kepala dan kulitnya, dicuci yang bersih terus ditumbuk dalam lumpang halus-halus,
  3. Tapioka yang separo, kita tumbuk bersama-sama dengan tumbukan 1 dan 2.
  4. Air yang 260 cc kita masukkan sedikit demi sedikit kedalam tumbukan 3.
  5. Sisa air yang 340 cc, Vit Tsin, kesumba kuning, dicampur menjadi satu sampai betul-betul larut. 
  6. Campuran 5 ini dicampurkan dengan tepung tapioka yang separo (yang masih kering).
  7. Campuran tapioka yang belakangan ini, sekaligus kita jadikan satu dengan campuran tapioka yang pertama ialah adonan 3.
  8. Kemudian adonan ini kita bungkus dengan daun pisang, kita buat bulat panjang, terus dikukus +- 2 jam. Sesudah masak kita kupas daunnya terus kita jemur +- 1/2 hari, dibolak-balik supaya tidak berair (kesat bhs Jawa)
  9. Kemudian yang terakhir, kita iris-iris terus dijemur. Kalau akan diperdagangkan, masukkan dalam kantong plastik, dipasang etiket menurut kesukaanya. Umpamanya : diberi gambar udang dsb.
Keterangan :

  1. Kerupuk udang seperti yang kita kerjakan tsb, adalah termasuk yang paling enak (no.1). Kalau kita akan memperoleh keuntungan yang lebih besar, buat saja krupuk yang kualitetnya no.2, ialah dengan resep tiap-tiap tapioka 1 kg, udangnya 1/4 kg saja.
  2. Kalau akan membuat krupuk yang bermacam-macam warnanya, misal merah, hijau, kuning, dapat kita kerjakan sebagai berikut ;
  • Adonan (7) kita bagi tiga: 
  • 1/3 diberi warna hijau
  • 1/3 diberi warna merah
  • 1/3 tetap putih
  • ketiga macam adonan ini diambil sedikit-sedikit masing-masing dibuat gepeng dilebarkan, terus ketiga-tiganya dirangkapkan sampai dempet.
  • Kemudian digulung sampai menjadi bulatan panjang, dibungkus dengan daun pisang terus dikukus.
  • kalau adonan ini sudah masak, terus diiris-iris nanti akan menimbulkan kerupuk yang warna merah, hijau, putih.
  • Kalau kita menginginkan kerupuk yang lebih mengembang (mekar) kalau digoreng, tiap-tiap adonan kerupuk 1 kg, dicampur dengan soda kue 5 sendok teh.

Selamat Mencoba!

Popular Posts

Foto Acara Pawai Ta'aruf Tahun 1431 H / 2009 M

Acara Pawai Ta'aruf di Kecamatan Bulu sudah diadakan 4 kali dengan tahun 1431 H/2009M ini. Acara tersebut diadakan setiap menjelang Awal tahun baru Islam..Hijriyah. Tahun ini, acara Pawai Ta'aruf diadakan pada tanggal 13 Muharam 1431 atau bertepatan dengan tanggal 30 Desember 2009. Kegiatan ini diikuti oleh banyak santri Pon Pes dan TPQ Se-Kecamatan Bulu. Pawai tersebut tahun ini dikuti oleh sekitar 33 peserta. Sebelum Acara Pawai Ta'aruf, sebelumnya diadakan berbagai cabang lomba se-Kecematan Bulu. Kegiatan lomba tersebut diadakan pada tanggal 10 Muharam 1431 H/27 Desember 2009M. Partisipasi Pon Pes Darul Maghfur Al Ikhlas (PP. Damai) dalam acara ini adalah mengikutsertakan santrinya untuk mengikuti berbagai macam cabang lomba sekaligus pawai ta'aruf. Alhamdulillah, dengan berusaha keras, santri PP. Damai memperoleh 2 piala dan 7 piagam yang patut dibanggakan. Dua piala tersebut diwakili oleh ananda Nurul Hidayah yang memperoleh Juara III pada cabang lomb...

Sunan Giri

Sunan Giri Muhammad Ainul Yakin atau lebih dikenali sebagai Sunan Giri (lahir AD 1442 di Blambangan (kini Banyuwangi)) dianggap salah seorang dari Wali Sanga dari Jawa di Indonesia. Ayahnya bernama Maulana Ishak. Sunan Giri juga dikenali sebagai Raden Paku, Prabu Satmata, Sultan Abdul Faqih, Raden Ainul Yaqin dan Jaka Samudra. Sejarah Dia dikatakan sebagai anak kepada Dewi Sekardadu dan Maulana Ishak dari Melaka (saudara Maulana Malik Ibrahim, tetapi kemudiannya diambil sebagai anak angkat oleh Nyai Semboja). Secara tradisi dia dikatakan sebagai anak kepada puteri Hindu, yang datang ke Balambangan sebagai pendakwah. Puteri itu terpaksa meninggalkannya ketika krisis dan menghanyutkannya dalam bot kecil, dari mana dia diselamatkan oleh pelaut (cerita menyerupai kisah nabi Musa). Pendidikan dan sumbangan Sebagai anak muda, Sunan Giri telah mengembara bagi belajar di sekolah Sunan Ampel, dan berkahwin dengan anknya [1], dan di mana Raden Patah merupakan rakan sepengajarannya. ...

Sunan Kalijaga

Sunan Kalijaga Sunan Kalijaga dipercayai lahir sekitar tahun 1450 dengan nama Raden Said. Dia merupakan anak lelaki adipati Tuban yang bernama Tumenggung Wilatikta/Raden Sahur. Nama lain Sunan Kalijaga antara lain Lokajaya, Syekh Malaya, Pangeran Tuban dan Raden Abdurrahman. Berdasarkan satu versi masyarakat Cirebon, nama Kalijaga berasal dari desa Kalijaga di Cirebon. Pada saat Sunan Kalijaga berdiam di sana, dia sering berendam di sungai (kali), atau jaga kali. Dalam satu riwayat, Sunan Kalijaga disebutkan berkahwin dengan Dewi Saroh binti Maulana Ishak, dan mempunyai 3 anak lelaki: R. Umar Said (Sunan Muria), Dewi Rakayuh dan Dewi Sofiah. Ketika meninggal dunia, beliau dimakamkan di desa Kadilangu, sebelah timur laut kota Bintoro, Demak. Budaya Ada beberapa kreasi seni budaya yang dipercayai diasaskan oleh Sunan Kalijaga, antara lain Sekatenan, Grebeg Maulud, Layang Kalimasada dan lakon wayang Petruk Jadi Raja. Tempoh usia Sunan Kalijaga dipercayai lebih dari 100 tahun. ...