Strategi Buat Anak Untuk Menang Dalam Lomba Menggambar


Strategi ini adalah strategi teknis yang bisa diterapkan untuk anak-anak asalkan disertai dengan kedisiplinan dan ketekunan dalam penerapannya. Mudah-mudahan dalam metode ini anak-anak akan mampu menghasilkan sebuah karya seni yang memiliki nilai lebih dari hasil karya seni anak-anak yang lain. Strategi dan metode ini dapat digunakanbaik anak yang memang memiliki bakat seni ataupun anak-anak biasa yang memang memiliki ketekunan dan semangat untuk belajar seni.
Tahapan strategi yang digunakan yaitu sebagai berikut :
  1. Time Limitation, membiasakan anak-anak untuk menyelesaikan hasil karya gambarnya dalam waktu 1- 1,5 jam. Karena pada umumnya lomba menggambar, mewarnai ataupun melukis memberikan tenggang waktu penyelesaian dalam 1- 1,5 jam tersebut. Dengan membiasakan penggunaan timing anak-anak sudah memiliki criteria pertama berupa kecepatan penyelesaian gambar.
  2. A3 Paper Works, misalkan pada kelas-kelas gambar biasa menggunakan kertas A4,, maka untuk membiasakan anak agar terbiasa menggambar ataupun mewarnai bidang gambar yang luas gunakanlah kertas gambar A3. Lomba mewarnai ataupun menggambar lebih banyak menggunakan kertas gambar dengan ukuran A3. Dengan membiasakan anak-anak menggambar dengan kertas ukuran A3 mereka tidak akan merasa canggung lagi untuk mewarnai atau menggambar pada bidang gambar yang luas.
  3. Full Color Result, Biasakan anak-anak untuk dilatih dan dididik mewarnai semua area gambar. Jangan biarkan satupun area gambar yang tanpa warna. Keindahan dan hasil akhir gambar akan sangat dipengaruhi oleh bidang gambar yang berwarna. Hasil akan terlihat sangat bagus meskipun tanpa menggunakan pewarnaan dengan teknik gradasi atau teknik lainnya.
  4. Gradasi Color, Teknik diterapkan setelah anak-anak menguasai ketiga teknik diatas. Inti dari gradasi adalah mengasah kemampuan anak dalam memberikan warna dari gelap ke terang, tebal ke tipis. Pewarnaan ini akan semakin memperindah hasil akhir dari gambar atau pewarnaan.
  5. Punching/Pushing Color, Ini adalah teknik pewarnaan yang jarang sekali digunakan pada saat menggunakan media crayon. Setelah semua bidang gambar penuh dengan warna gunakanlah teknik ini yaitu dengan cara menekan bidang yang sudah diwarnai dengan benda tumpul misalkan bagian atas pencil yang tumpul atau penekan khusus yang terbuat dari kayu. Alat untuk penekan biasanya sudah ada jadi satu pada merek crayon-crayon tertentu . Alat penekan ini berbentuk seperti pisau kecil yang terbuat dari plastic. Efek yang ditimbulkan dari teknik ini hasil gambar dari crayon akan terlihat masuk kedalam kertas seperti hasil pewarnaan dengan spidol dan terlihat lebih bersih.
Karena menggambar dan mewarnai selain sebuah bakat yang dimiliki seseorang bukan berarti menggambar dan mewarnai tidak bisa diajarkan kepada anak-anak yang kurang mempunyai bakat dalam hal seni. Dengan kelima teknik diatas diharapkan dapat mendorong anak-anak untuk memperoleh peluang kemenangan dalam lomba menggambar dan mewarnai.

Popular Posts

Foto Acara Pawai Ta'aruf Tahun 1431 H / 2009 M

Acara Pawai Ta'aruf di Kecamatan Bulu sudah diadakan 4 kali dengan tahun 1431 H/2009M ini. Acara tersebut diadakan setiap menjelang Awal tahun baru Islam..Hijriyah. Tahun ini, acara Pawai Ta'aruf diadakan pada tanggal 13 Muharam 1431 atau bertepatan dengan tanggal 30 Desember 2009. Kegiatan ini diikuti oleh banyak santri Pon Pes dan TPQ Se-Kecamatan Bulu. Pawai tersebut tahun ini dikuti oleh sekitar 33 peserta. Sebelum Acara Pawai Ta'aruf, sebelumnya diadakan berbagai cabang lomba se-Kecematan Bulu. Kegiatan lomba tersebut diadakan pada tanggal 10 Muharam 1431 H/27 Desember 2009M. Partisipasi Pon Pes Darul Maghfur Al Ikhlas (PP. Damai) dalam acara ini adalah mengikutsertakan santrinya untuk mengikuti berbagai macam cabang lomba sekaligus pawai ta'aruf. Alhamdulillah, dengan berusaha keras, santri PP. Damai memperoleh 2 piala dan 7 piagam yang patut dibanggakan. Dua piala tersebut diwakili oleh ananda Nurul Hidayah yang memperoleh Juara III pada cabang lomb...

Sunan Giri

Sunan Giri Muhammad Ainul Yakin atau lebih dikenali sebagai Sunan Giri (lahir AD 1442 di Blambangan (kini Banyuwangi)) dianggap salah seorang dari Wali Sanga dari Jawa di Indonesia. Ayahnya bernama Maulana Ishak. Sunan Giri juga dikenali sebagai Raden Paku, Prabu Satmata, Sultan Abdul Faqih, Raden Ainul Yaqin dan Jaka Samudra. Sejarah Dia dikatakan sebagai anak kepada Dewi Sekardadu dan Maulana Ishak dari Melaka (saudara Maulana Malik Ibrahim, tetapi kemudiannya diambil sebagai anak angkat oleh Nyai Semboja). Secara tradisi dia dikatakan sebagai anak kepada puteri Hindu, yang datang ke Balambangan sebagai pendakwah. Puteri itu terpaksa meninggalkannya ketika krisis dan menghanyutkannya dalam bot kecil, dari mana dia diselamatkan oleh pelaut (cerita menyerupai kisah nabi Musa). Pendidikan dan sumbangan Sebagai anak muda, Sunan Giri telah mengembara bagi belajar di sekolah Sunan Ampel, dan berkahwin dengan anknya [1], dan di mana Raden Patah merupakan rakan sepengajarannya. ...

Sunan Kalijaga

Sunan Kalijaga Sunan Kalijaga dipercayai lahir sekitar tahun 1450 dengan nama Raden Said. Dia merupakan anak lelaki adipati Tuban yang bernama Tumenggung Wilatikta/Raden Sahur. Nama lain Sunan Kalijaga antara lain Lokajaya, Syekh Malaya, Pangeran Tuban dan Raden Abdurrahman. Berdasarkan satu versi masyarakat Cirebon, nama Kalijaga berasal dari desa Kalijaga di Cirebon. Pada saat Sunan Kalijaga berdiam di sana, dia sering berendam di sungai (kali), atau jaga kali. Dalam satu riwayat, Sunan Kalijaga disebutkan berkahwin dengan Dewi Saroh binti Maulana Ishak, dan mempunyai 3 anak lelaki: R. Umar Said (Sunan Muria), Dewi Rakayuh dan Dewi Sofiah. Ketika meninggal dunia, beliau dimakamkan di desa Kadilangu, sebelah timur laut kota Bintoro, Demak. Budaya Ada beberapa kreasi seni budaya yang dipercayai diasaskan oleh Sunan Kalijaga, antara lain Sekatenan, Grebeg Maulud, Layang Kalimasada dan lakon wayang Petruk Jadi Raja. Tempoh usia Sunan Kalijaga dipercayai lebih dari 100 tahun. ...